[JELAJAH] Timor Leste

Oleh : Faiz Suprahman


Obrigado barak!, begitu cara orang timor leste mengucapkan terima kasih dalam bahasa tetum. tetum adalah bahasa asli dan dipakai dalam keseharian rakyat timor leste selain bahasa lainnya yaitu bahasa indonesia,inggris dan portugis. meski begitu, jalanan Kota Dili lebih didominasi tulisan berbahasa inggris dan portogis sejauh yang bisa dilihat. Beragam bahasa tersebut juga menunjukan siapa yang paling banyak menempati Kota Dili selain masyarakat aslinya, ada bangsa Portugis, australia dan tentunya bangsa indonesia.


Sejak kemerdekaan di tahun 1999 dan merupakan negara baru pertama di millenium ketiga, Kota Dili menjadi Ibu Kota negara. Kota Dili merupakan kota yang berorientasi pada perairan atau yang lebih dikenal dengan waterfront city. Di sepanjang garis pantai terdapat ruang - ruang publik yang cukup nyaman untuk masyarakat sekitar menikmati sudut kota dengan latar laut dan matahari yang terbenam. Beberapa sculpture menghiasi taman - taman kota ini. Kantor - kantor pemerintahan cukup terbuka tanpa pagar menggambarkan kedekatan pemimpin dan rakyatnya. Banyak juga tempat di Kota Dili  yang "bercerita" tentang bagaimana perjuangan dan pengorbanan bangsa Timor Leste untuk mencapai cita - cita kemerdekaan. Misalnya  sebuah gereja Santo António Motael sebagai awal dari sejarah peristiwa santa cruz.

Cuaca normal disana cukup cepat membuat saya berkeringat, namun selang beberapa jam setelah sampai pusat kota hujan turun sedikit membantu. Malam harinya waktunya menikmati kuliner kota. banyak restoran tepi laut dengan sajian spesial seafood yang sangat hebat, enak sekali, namun sayang masakan - masakan tersebut masih di dominasi oleh koki asing. Seorang teman mantan pejuang fretilin yang mengantar keliling kota berkata senang sekali bisa bekerja bersama orang Indonesia, selain lebih mudah dalam komunikasi orang indonesia lebih gigih, rajin dan stamina nya bagus dalam bekerja katanya, padahal sebenernya saya sudah ingin sekali bertemu tempat tidur.

Bertemu dengan masyarakat disana dan sedikit berbagi cerita, sempat terpikir saya akhirnya berjumpa dengan orang timor leste setelah bukan lagi saudara setanah air. Sudah menjadi orang merdeka dengan impian membangun negaranya agar semakin berdaulat. Semoga kemerdekaan yang mereka pilih adalah sebuah kebaikan yang bergulir dari kebaikan sebelumnya. Terima kasih timor leste telah menjadi salah satu bagian sejarah NKRI.


Penggal Kawasan Pusat Pemerintahan Kota Dili





Farol Light House
Palacio do Gaverno

1 respon:

  1. terimakash banyak atas informasi yang sangat bermanfaat dan menarik untuk di baca
    senang bisa berkunjung ke blog anda
    di tunggu info selanjutnya

    BalasHapus

silahkan utarakan pendapat anda disini..

(gunakan Name/URL untuk ID anda jika tidak memiliki akun terdaftar)
(mohon gunakan bahasa yang sopan, terimakasih)