Tampilkan postingan dengan label journal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label journal. Tampilkan semua postingan

rumah 2x10


Rumah ini akan dihuni oleh satu keluarga kecil yg terdiri dr suami istri, seorang anak dan seekor kelinci. Ruang yang dibutuhkan hanyalah satu kamar tidur, rg duduk, dapur beserta ruang makan dan kamar mandi. Ditambah area untuk parkir dua buah sepeda.

Eksisting
Eksisting site merupakan rumah petak dg lebar 2m dan panjang 10m. Memiliki peruangan linear ke belakang dg urutan R tamu, r tidur, dapur, km. (Lihat denah eksisting) Peruangan semacam ini memang tipikal rumah petak di area jakarta dan sekelilingnya. Pola ruang linier ini memang simpel namun dirasa tidak efisien karena dg lebar bersih 1,85 meter dan r tidur berada di tengah maka area rg tidur harus dikurangi sirkulasi penghubung antara r tamu menuju dapur. Karena tempat tidur yg akan  dipakai selebar 1,6 maka ruang tersisa hnya 25cm. Dan itu tidak mungkin. Maka dibutuhkan pola peruangan baru.

Potensi
+ Site teretak di hook, dengan sisi 2m menghadap utara dan sisi 10m menghadap timur.
+ site berada di kampung yg dihimpit kompleks perumahan, jalan di sebelah site selebar 2m (timur) dan selebar 1m (utara).
+ lokasi kampung dilalui kali pesanggrahan sehingga area site rawan banjir tahunan, dengan ketinggian rata-rata 60 cm dr muka jln (untuk siklus 5 tahunan lebih tinggi)
+ site berada di sebelah mushola, dan dekat dg masjid

Peruangan
1
Pintu utama eksisting berada di sisi barat, untuk mengefektifkan sirkulasi maka pintu utama dipindah ke bagian tengah sisi 10m (timur). Bangunn dibuat menjadi 2 lantai. Selain itu sirkulasi utama juga diletakkan di tengah bangunan, alhasil ruang yang terbentuk sudah tidak terkurangi sirkulasi (lihat diagram penjelasan).


2
untuk mengatasi permasalahan banjir, rumah-rumah di daerah ini level lantainya ditinggikan. Demikian juga rmh ini, dibuat split level, tidak keseluruhan lantai bangunan ditinggikan. Dapur dan kamar mandi masih pd level eksisting namun rg keluarga ditinggikan 1,2m. Area pintu utama dinaikkan 60cm.

3
Tinggi bangunan eksisting 2.8m, renovasi ini membuat bangunan menjadi dua lantai, dengan lebar 2m maka proporsi bangunan jika dua lantai akan terlihat terlalu kurus dan tinggi, karena itu tinggi floor to floor lantai harus ditekan se efisien mungkin agar bangunan tidak terlalu tinggi. Selain itu, dikarenakan alasan struktur eksisting, bangunan tidak bisa terlalu tinggi. Ini juga menjadi pertimbangan kenapa dibuat split level, dan area dapur dipertahankan tetap pd level eksisting. Area dapur menjadi area yg dibuat dua lantai namun dengan ketinggian ceiling yg di tekan se minimal mungkin. Lt 2 (rg tidur) dibuat dengan ketinggian plafond standard minimal unuk mengejar kenyamanan. Sedangkan pada rg keluarga bisa mendapat level ceiling yang tinggi agar ruang terasa luas.
4
Ruang (semi) publik dibuat continue. Rg keluarga akan menjadi denyut aktivitas utama pd rmh ini dibuat menyatu dengan area tangga. Dengan demikian secara visual ruang ini langsung terasa luas karena menguasai lebih dr setengah bangunan.  Dengan ceiling yg tinggi rg keluarga semakin terasa luas meskipun area sesungguhnya rg ini hanya 2x3.3 m (6.6m2).

5
Area tangga bisa dibilang menjadi area terbuang, namun mutlak diperlukan krn disinilah sirkulasi utama bangunan terjadi. Untuk itu area ini secara luasan hrs ditekan seminimal mungkin. Sirkulasi dibagi 3:
- naik dr level jalan menuju entrance (termasuk teras)
- naik/turun penghubung dapur dg rg keluarga
- naik/turun penghubung rg keluarga dg rg tidur.
Dr total lebar bersih bangunan 1.85 m dibagi tiga sehingga didapat lebar sirkulasi 60cm (msh memenuhi standard), dan sisa 5cm untuk railing. Alhamdulillah pas :D
Agar nyaman, anak tangga dibuat lebar 30cm dan tinggi 16cm, kebetulan user sedang hamil sehingga tangga hrs selandai mngkin.

6
Dibutuhkan area untuk parkir 2bh sepeda. Eksisting bngunan sudah memenuhi semua area lahan dan hanya tersisa kurang dari 1 m di sisi utara dan ini dipakai untuk area jemur. Jika sepeda ditempatkan didlm rnh sudah barang tentu akan menghabiskan ruangan yg sudah sangat terbatas.

 (continue)

####struktur
####material



(completed phase 1)




instagram feed (photos of this house and view outside)

[ARSITEK] TERUNOBU FUJIMORI

Oleh : Eguh Murthi

Arsitek yang juga professor di University of Tōkyō ini memang meiliki ke-khas-an dalam desainnya. Tidak sekedar ide yang original dan unique, namun juga bisa dibilang diluar nalar. Desainnya seakan membangkitakan imajinasi kanak-kanak maupun perwujudan dari dongeng-dongeng kuno Jepang. Namun jika dicermati, sesungguhnya dalam tiap desainnya tercermin semangat arsitektur tradisional Jepang yang sangat kuat, bagaimanapun dia menyandang gelar professor.
 


(Lamune Onsen, Ōita Prefecture  2004-2005)

Awal debutnya adalah pada tahun 1970 Terunobu Fujimori membentuk Architecture Detectives bersama beberapa rekan kampusnya, mereka menelusuri kota, mencari dan memotret bangunan-bangunan (tua) bergaya barat. sebuah riset kecil namun mereka tekuni hingga 12 tahun dan akhirnya berhasil dipublikasi dalam bentuk buku: Adventures of an Architectural Detective: Tokyo (1986). Riset kecil ini cukup menarik dengan setting Tokyo dikarenakan memang semenjak Restorasi Meiji memang ada perubahan besar terutama di kota kota besar di Jepang. Dimana sebenarnya muncul dua kubu antara yang menerima pengaruh budaya barat dan ada pula yang sangat menolak. Dan penolakan akan budaya barat memang sebuaha arus besar disana, terlebih lagi pasca perang dunia kedua.

 (Jinchokan Moriya Historical Museum, Nagano Prefecture 1991)

Di tahun 1986 dia bersama Genpei Akasegawa, Shinbo Minami, Joji Hayashi, Tetsuo Matsuda membentuk ROJO Society yang mengumpulkan "serpihan" kota dari perspektif yang berbeda. Kemudian setelah sekian lama menggeluti profesi sebagai peneliti sejarah dan penulis akhirnya di usia 44tahun dia benar-benar menjadi arsitek, dengan karya pertamanya adalah Jinchokan Moriya Historical Museum. Sejak karya pertamanya ini Terunobu Fujimori mampu memperlihatkan karakter desainnya. Sangat menarik, disaat arsitek-arsitek lain berusaha membangun karakter ke-unik-an nya dengan desain yang modern, SCI-FI, hi-tech, futuristik sehingga muncul bangunan-bangunan yang seperti alien turun ke bumi, namun Terunobu Fujimori mewujudkan imajinasi yang sangat luar biasa namun dengan balutan material yang natural. Tanah liat, Kayu, batu alam, bahkan tanaman hidup pun terrangkai dalam karyanya. Pengerjaannya pun tidak membutuhkan peralatan modern karena bahkan dia hanya menggunakan potongan kayu yang dihaluskan dengan kampak. Kayu diawetkan dengan cara dibakar permukaannya dan sambungan antar kayu hanya dengan pasak kayu (sambungan semacam ini banyak juga ditemukan dalam bangunan tradisional di Indonesia). Dia pun suka membangun karyanya dengan tangannya sendiri, bahkan sendirian seperti Takasugi-an Tea House, yang dibangun olehnya, untuknya, di kota tempat tinggalnya dimasa kecil.

 (Takasugi-an Tea House, Nagano Prefecture 2003-2004)

Terunobu Fujimori mulai dikenal dunia internasional sejak keikutsertaannya bersama ROJO Society di Venice Biennale: 10th International Architecture Exhibition 2006. Mereka membawa nama Jepang dan menampilkan karya-karya Terunobu beserta maket yang terbuat dari kayu utuh yang dipahat.

(model ‘ku-an’ by hitoshi akino, 2006 - ‘ku-an’ - right angle teahouse by terunobu fujimori, 2003)

 (Coal House )

(Charred Cedar House, 2007 )

 (Grass House /Dandelion House, 1995)


 (mudboat)


Video diatas menampilkan proses pembuatan Beetles House dan disitu bisa kita lihat bagaimana proses membakar kulit luar kayu sebagai proses pengawetan, meskipun pada video diatas menggunakan alat modern namun kurang lebih sama.

sumber bacaan tambahan:
Takasugi-an Tea House,
Mudboat
Beetles House
Black Teahouse, RMIT